Kamis, 12 Mei 2016

Segala sesuatu ada waktunya

Segala sesuatu ada waktunya, ada waktu menabur, ada waktu menuai dan semua akan indah pada waktunya

"Segala sesuatu ada waktunya, ada waktu menabur, ada waktu menuai dan semua akan indah pada waktunya"

Segala sesuatu ada waktunya di dalam hidup ini. Ada waktu seseorang dilahirkan dan ada waktunya meninggal, ada waktu untuk tertawa dan ada waktu untuk bersedih, ada waktu menabur dan ada waktunya untuk menuai dan lain sebagainya.

Cobalah untuk melihat kehidupan seorang petani dalam menjalani hari-harinya. Seorang petani tahu kapan waktunya harus memulai untuk menanam padi, kapan waktunya untuk memupuk tanaman, dan pada akhirnya tiba waktu yang indah baginya yaitu pada saat waktu panen tiba. Demikian pula di dalam kehidupan ini, ada waktunya untuk bersusah payah yang akan berujung pada waktu yang indah pada saat menikmati hasilnya karena tiada usaha yang sia-sia.

Di dalam kehidupan yang kita jalani dari waktu kita dilahirkan sampai dengan saat ini, sudah sangat banyaklah peristiwa dan kejadian yang kita alami. Baik kejadian itu menyenangkan maupun menyusahkan, baik itu sebuah keberuntungan maupun sebuah kemalangan. Semua kejadian dalam hidup itu mempunyai waktunya sendiri-sendiri dan di dalam kehidupan seseorang pastilah terjadi suatu kondisi yang menyenangkan atau pun kondisi kesusahan yang silih berganti. Tidak akan pernah ada di sepanjang kehidupan seseorang hanya mengalami kondisi yang menyenangkan saja atau pun kesusahan saja. 

Kehidupan selalu mempunyai dua buah kondisi yang selalu berlawanan satu dengan yang lainnya dan keduanya selalu mempunyai waktunya sendiri-sendiri di dalam hidup seseorang karena tidak mungkin pada waktu kemalangan datang, keberuntungan juga menghampiri. Tidak mungkin juga pada saat kita sedang merasakan kesenangan sekaligus kita merasakan kesedihan. 

Sahabat, marilah kita belajar untuk selalu bersyukur di dalam kehidupan ini walaupun pada suatu kondisi yang menyesakkan. Mengapa kita harus selalu bersyukur pada saat yang tidak menyenangkan? Karena setelah waktu yang menyesakkan tersebut berlalu, kita pasti akan merasakan suatu kondisi yang melegakan apabila tiba waktu kelegaan itu datang. Demikian juga pada saat kita mengalami suka cita, bersyukurlah karena kita masih dapat merasakannya.

Sahabat, anggaplah setiap waktu yang kita jalani adalah waktu menabur dan selalulah menaburkan sesuatu yang baik di dalam segala hal yang kita lakukan setiap hari sehingga kita akan menuai kebaikan setelah tiba waktunya, dan semuanya akan menjadi indah pada waktunya seperti saat bunga sedang mekar.

2 komentar: