Selasa, 28 Juni 2016

Kehidupan akan terus melangkah

Kehidupan akan terus melangkah tanpa bertanya, "apakah kita siap atau tidak?"

"Kehidupan akan terus melangkah tanpa bertanya, "apakah kita siap atau tidak?"

Kehidupan di dunia ini akan terus melangkah sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi tanpa melihat atau bertanya kepada para pelaku kehidupan ini, sehingga kita harus senantiasa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan hidup kita pada saat kesempatan yang baik itu datang menghampiri, karena kesempatan yang sama tidak akan pernah terulang lagi.

Seringkali kita melihat dan mendengar kisah seseorang yang sukses di dalam kehidupannya baik secara jasmani ataupun secara rohani, dan kisah tersebut biasanya ditanggapi dengan sebuah kata "dia orang yang beruntung". Tetapi sebaliknya apabila kita atau seseorang gagal dalam melakukan suatu pekerjaan atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan/diharapkan maka kita akan berdalih untuk kegagalan tersebut dan kita berkata bahwa "saya/dia masih belum beruntung".

Beruntung ataupun tidak didalam melakukan suatu pekerjaan yang kita lakukan untuk mendapatkan apa yang diinginkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita masing-masing dan sepenuhnya juga tergantung dari apa yang kita persiapkan untuk melakukan hal tersebut, baik secara persiapan jasmani (belajar, berpikir, kerja keras, dan sebagainya) dan rohani (berdoa kepada Tuhan, mental yang baik, semangat pantang menyerah, dan lain sebagainya).

Sebuah ilustrasi sederhana:
Ada 2 orang tenaga penjual yang bekerja di dalam sebuah organisasi/perusahaan penjualan, sebut saja si A dan si B. Tenaga penjual/sales adalah level yang paling bawah dalam sebuah organisasi penjualan/distributor, kemudian di atasnya adalah sales supervisor, sales manager dan seterusnya. Si A adalah tipe orang yang senang belajar dan karenanya apapun yang dituntut oleh atasan maupun perusahaan ia lakukan dengan sungguh-sungguh bahkan pekerjaan yang melebihi porsi seorang sales pun ia jalankan, dengan satu pemikiran bahwa apabila suatu saat ada kesempatan untuk karir yang lebih tinggi ia mempunyai kemampuan dan bisa mendapatkan posisi tersebut. Si B adalah tipe orang yang mempunyai pemikiran bahwa ia hanyalah seorang salesman dan juga berpendapat untuk apa berbuat lebih dari porsi yang seharusnya? Dia berpikir, pekerjaan yang tidak sesuai dengan job description yang diberikan oleh perusahaan kepadanya adalah tugas dan porsi orang lain ataupun atasannya. Apakah pemikiran si B salah? Tentu saja tidak, tetapi tidak ada suatu nilai lebih yang ia berikan untuk perusahaan.  Setelah sekian lama waktu berjalan dan karena perusahaan tempat mereka bekerja berkembang menjadi lebih besar maka dibutuhkanlah seseorang untuk diangkat menjadi sales supervisor. Apabila kita diberikan wewenang untuk memilih salah satu dari 2 salesman tersebut, siapakah yang akan kita pilih?Pastilah si A karena mempunyai kemampuan lebih dan mempunyai nilai tambah karena ia mau mengerjakan porsi yang lebih daripada tugas yang diberikan perusahaan. Tetapi petanyaan selanjutnya adalah: " apakah pada kenyataan hidup yang kita jalani setiap hari kita sudah memberikan nilai lebih pada segala sesuatu yang kita lakukan? Dan selalu berusaha serta belajar untuk mengikuti perkembangan kehidupan?

Yang ingin saya sampaikan dari ilustrasi sederhana di atas adalah, di dalam setiap aspek kehidupan yang kita jalani saat ini terdapat banyak hal-hal dan kesempatan baik yang akan datang kepada kita dan tanpa kita ketahui kapan waktunya, sehingga kita harus selalu mempersiapkan diri agar kesempatan yang baik tersebut dapat membuat kehidupan yang kita jalani menjadi lebih baik.

Sahabat, kehidupan ini terus melangkah dan berjalan serta menuntut kita untuk dapat mengikutinya. Kehidupan ini tidak akan pernah berhenti untuk menunggu sampai kita siap, bahkan kehidupan tidak akan pernah bertanya dan mempertanyakan " apakah  kita siap atau tidak untuk melangkah bersamanya?" Marilah kita selalu belajar untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik.

Sabtu, 25 Juni 2016

Perbedaan bukan untuk dipertentangkan

Perbadaan bukan untuk dipertentangkan tetapi untuk saling melengkapi

"Perbedaan diciptakan bukan untuk dipertentangkan tetapi untuk saling melengkapi"

Sahabat, masih ingatkah sebuah kisah pada saat Tuhan menciptakan alam semesta dan seisinya termasuk didalamnya adalah seorang manusia untuk pertama kalinya? Kemudian Tuhan melihat bahwa manusia seorang diri dan kesepian karena tiada teman yang sepadan dengannya, di sekelilingnya hanya ada beraneka tumbuhan dan berbagai hewan. Karena belas kasih Tuhan terhadap manusia ciptaannya tersebut, maka Ia membuat manusia laki-laki tersebut tertidur dan kemudian mengambil satu tulang rusuk kirinya untuk dijadikan menjadi seorang teman dan penolongnya yaitu seorang wanita. Sebuah pertanyaan, mengapa Tuhan tidak menciptakan seorang laki-laki lagi untuk menemani manusia pertama ciptaan-Nya? Menurut pemikiran saya, salah satu tujuannya adalah agar manusia saling melengkapi dan dapat bertambah banyak untuk menguasai dunia ciptaan-Nya.

Dari mula pertama kali Tuhan menciptakan alam semesta ini dalam perbedaan-perbedaan yang saling melengkapi dengan tujuan segala sesuatu akan baik adanya dan Ia menciptakan keragaman dari makhluk hidup ciptaan-Nya itu. Tuhan tidak menciptakan satu jenis binatang saja, melainkan binatang yang berbeda-beda. Tuhan tidak menciptakan satu warna bunga saja, melainkan berbagai macam warna bunga yang berbeda-beda dan semuanya itu baik adanya. Pernahkah terpikir seandainya segala sesuatu sama semuanya? Betapa akan membosankannya kehidupan ini.

Sahabat, lihatlah tubuh kita yang terdiri dari berbagai bagian yang berbeda-beda dan dengan fungsi yang berbeda juga. Semua bagian tubuh tersebut saling melengkapi satu dengan yang lain. Apakah kita akan mempertentangkan perbedaan antara masing-masing anggota tubuh kita? Apakah kita akan mempertanyakan mengapa kita bisa melihat dengan mata bukan dengan tangan? Dan juga apakah tugas dari bagian tubuh yang satu dapat digantikan oleh bagian yang lain? Semua diciptakan Tuhan dengan fungsi yang sempurna dan saling menyempurnakan dalam satu kesatuan.

Sahabat, demikian juga dalam kehidupan ini Tuhan menciptakan manusia dalam segala perbedaan dan tidak pernah ada yang sama. Segala keunikan dari sebuah pribadi dengan tujuan untuk melaksanakan tugasnya masing-masing. Tuhan juga menciptakan berbagai suku, bangsa dan segala sesuatu yang berbeda di dalam kehidupan ini untuk saling melengkapi bukan untuk saling dipertentangkan maupun dipertanyakan. Karena semua itu adalah kehendak Tuhan, apakah kita mempunyai hak untuk tidak menghargai dan bahkan mempertentangkannya?

Semoga hal yang telah tersebut di atas dapat kita jadikan sebuah perenungan untuk dapat lebih memahami tentang tujuan dari perbedaan yang ada di dalam kehidupan ini. Hanya demikian yang dapat saya tuliskan pada kesempatan ini, dan saya berterima kasih kepada rekan-rekan yang telah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya ini.

Senin, 20 Juni 2016

Perlakukanlah orang lain seperti engkau ingin diperlakukan

Perlakukanlah orang lain seperti engkau ingin diperlakukan

"Perlakukanlah orang lain seperti engkau ingin diperlakukan"

Pada suatu kondisi yang kurang baik, terkadang kita merasakan betapa mengecewakannya perlakuan lingkungan sosial di sekitar kita. Bahkan kita sampai merasa betapa tidak adilnya perlakuan dunia dan kehidupan ini terhadap hidup kita, dimana teman menjauh dan seolah tidak ada seorangpun yang peduli dan menghargai kita.

Satu hal yang mungkin sering kita lupakan pada saat mengalami kondisi seperti di atas, pernahkan kita berpikir dan bertanya pada diri sendiri, apakah pada saat hidup kita dalam kondisi yang baik kita peduli terhadap teman yang sedang mengalami situasi yang kurang baik? Apakah pada saat kita mengalami keberuntungan kita peduli dan berbagi dengan sesama yang belum beruntung? dan mungkin masih banyak pertanyaan serupa seperti yang tersebut di atas.

Sahabat, kehidupan bukanlah sepotong cerita yang berkesudahan dari hari ke hari tetapi kehidupan adalah suatu cerita panjang yang yang selalu terkait dari satu kejadian berlanjut kepada kejadian berikutnya. Apa yang kita lakukan kemarin akan selalu berpengaruh terhadap kita dan lingkungan di sekitar kita atau bahkan untuk suatu kejadian atau peristiwa yang besar dapat mempengaruhi kehidupan secara global.

Kembali pada kalimat dalam gambar di atas, marilah kita belajar mencoba berpikir dari sudut padang orang lain sebelum melakukan sesuatu yang berhubungan dengan orang lain, entah orang tersebut adalah istri/suami, anak, orang tua, teman ataupun kepada siapapun yang berhubungan dengan kita. Dengan berpikir seperti di atas sebelum melakukan sesuatu, maka kita akan mengerti bagaimana seharusnya memperlakukan orang lain. Pada saat kita merasa bahwa perlakuan tertentu akan menyakitkan hati kita, maka janganlah lakukan hal tersebut kepada orang lain dan apabila hati kita merasa bahwa perlakuan tertentu akan menggembirakan maka lakukanlah hal tersebut kepada orang lain dan seterusnya.

Sahabat, ukuran yang kita pakai terhadap orang lain pastilah suatu saat akan digunakan oleh orang lain untuk mengukur kita, perlakuan kita terhadap orang lain pastilah akan juga diperlakukan terhadap kita. Akhir kata, marilah kita kita belajar untuk mengeti dan menghargai sesama kita agar sesama kitapun akan mengerti dan menghargai kehidupan yang kita jalani. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi sahabat-sahabat yang membacanya, terima kasih.

Kamis, 16 Juni 2016

Rasa percaya hanya dapat diberikan dan tidak dapat diminta

Kita dapat memberikan rasa percaya kepada orang lain tetapi kita tidak dapat meminta orang lain untuk percaya kepada kita

"Kita dapat memberikan rasa percaya kepada orang lain, tetapi kita tidak dapat meminta orang lain untuk percaya kepada kita"

Pada interaksi sehari-hari dengan orang-orang tertentu kita sering kali merasa sangat percaya kepada mereka terutama orang-orang yang dekat dengan kita misalnya saja : orang tua, istri/suami, anak, saudara dan teman. Kita percaya kepada mereka bukan karena mereka meminta agar kita percaya, tetapi karena kita mengenal mereka dengan baik sehingga kita memberikan rasa percaya kita kepada orang lain tersebut. 

Percaya yang dimaksud di dalam hal ini adalah: menganggap atau meyakini bahwa seseorang itu jujur dan tidak akan berbuat jahat terhadap kita serta menganggap orang lain tersebut akan dapat memenuhi keinginan atau harapan kita. Dapat juga diartikan mengakui dan yakin terhadap sesuatu bahwa hal tersebut nyata dan benar (biasanya yang berhubungan dengan hal-hal spiritual ataupun agama).

Di dalam tulisan ini cenderung membahas tentang "percaya" terhadap orang lain dalam kaitan kehidupan sehari-hari, dimana kita sebagai makhluk sosial akan selalu berhubungan dengan orang lain. Contoh dalam kehidupan ini misalnya: hubungan antara anak dengan orang tuanya, seorang anak secara otomatis akan memberikan rasa percayanya kepada ayah dan ibunya yang secara naluri dikenalnya sejak bayi dan selalu merawat serta menjaga dari waktu ke waktu, dan orang tuanya pun tidak pernah meminta agar anaknya percaya kepada mereka.

Akan tetapi pada saat seorang anak kecil bertemu dengan orang asing yang belum pernah dikenal sebelumnya maka secara otomatis ia akan menjauh karena ia belum percaya dengan orang tersebut. Walaupun orang tersebut mencoba merayu dan meminta agar si anak kecil mau mendekat kepadanya, biasanya tetap tidak berhasil karena si anak belum memberikan rasa percaya terhadap orang tersebut.

Satu contoh lagi, mungkin kita masih ingat pada saat kita memulai menjalin hubungan dengan orang yang saat ini telah menjadi istri atau suami ataupun pacar. Pada saat baru kenal kita belum memberikan rasa percaya sama sekali, baru setelah kenal lebih jauh dan seiring dengan waktu berjalan sedikit demi sedikit kita memberikan rasa percaya kita secara alami tanpa diminta kepada teman kita tersebut. Seandainya pada saat masih dalam tahap awal perkenalan kita diminta untuk percaya pada teman tersebut, apakah kita akan percaya? Tentu saja tidak, karena rasa percaya itu hanya dapat diberikan dan tidak akan pernah dapat diminta ataupun dipaksakan.

Rasa percaya akan diberikan seseorang kepada orang yang lain setelah terbentuk suatu persepsi yang baik dan anggapan bahwa orang lain tersebut layak untuk dapat memenuhi harapan yang ada.

Sahabat, sebuah rasa percaya tidaklah mudah kita dapatkan maka jagalah rasa percaya orang-orang yang saat ini telah memberikannya kepada kita. Sekali kita kehilangan rasa percaya yang sudah diberikan maka kita tidak dapat memintanya kembali. Sekalipun kita bisa mendapatkan kembali rasa percaya tersebut, maka tingkat rasa percaya tersebut tidak akan sama seperti sedia kala.

Jumat, 10 Juni 2016

Melakukan hal-hal kecil

Melakukan hal-hal kecil dengan sungguh-sungguh dan benar dalam hidup bukanlah suatu hal yang kecil

"Melakukan hal-hal kecil dengan sungguh-sungguh dan benar dalam hidup bukanlah suatu hal yang kecil"

Melakukan hal-hal kecil di dalam kehidupan yang kita jalani sehari-hari adalah sebuah rutinitas yang tanpa kita sadari hanya berjalan apa adanya secara naluri dan biasanya sudah tidak kita pikirkan lagi, misalnya : bangun tidur, mandi, makan, pergi ke sekolah atau kerja, pulang sekolah/kerja, dan akhirnya tidur dan keesokan harinya bangun lagi dan melakukan hal-hal yang sama setiap hari tanpa memikirkannya karena kita menganggap bahwa semua hal tadi adalah hal kecil yang tidak perlu ada pemikiran khusus dan kita sudah menganggap semuanya umum dan benar. Kita menganggap bahwa hal-hal yang besar yang terjadi di dalam kehidupan kita tidak ada hubungannya atau bahkan terpisah sama sekali dengan hal-hal yang sepele tadi.

Seperti lazimnya kehidupan ini semua dimulai dari kecil, kita lahir dari bayi kecil dan akhirnya menjadi besar seiring bertambahnya waktu yang kita lalui setiap hari. Demikian pula hal-hal yang besar yang terjadi di dalam kehidupan kita entah itu hal besar yang menguntungkan kita ataupun permasalahan besar yang menghimpit hidup ini pastilah bermula dari hal-hal kecil yang mungkin awalnya tidak kita sadari atau kita bahkan remehkan lama kelamaan menjadi besar.

Pada saat kita melihat seseorang yang sukses dalam kehidupan ini, biasanya yang kita lihat atau bahkan seandainya kita tanya kepada orang yang sukses tersebut adalah hal-hal besar yang dilakukannya, karena seperti pada umumnya di dunia ini bahwa yang kecil tidaklah kelihatan karena tertutup oleh yang besar atau seolah-olah besar. Untuk mendapatkan suatu kesuksesan yang besar pastilah orang tersebut belajar terlebih dahulu dari kesuksesan-kesuksesan dalam hal kecil yang pada akhirnya menjadi sebuah kesuksesan yang besar dan terlihat.

Demikian pula di dalam kesalahan yang terlihat besar pastilah dimulai dari kesalahan-kesalahan kecil yang ditoleransi atau tanpa disadari sehingga lambat laun menjadi besar dan barulah kita sadar bahwa ada suatu kesalahan yang besar telah terjadi.

Hal-hal kecil di kehidupan kita biasanya kita lakukan dengan seadanya tanpa suatu kesungguhan hati dan kita memberikan toleransi terhadap hasil atau kebenaran dari hal kecil yang kita lakukan. Jarang sekali kita melakukan dengan sungguh-sungguh dan benar hal kecil dikehidupan ini, padahal dari hal kecil itulah hal besar di dalam hidup kita dihasilkan.

Kalimat dalam gambar di atas bukanlah hasil pemikiran dari penulis, tetapi inspirasi dari seorang sahabat penulis dan beliau yang mengajarkan bahwa "melakukan hal-hal kecil di dalam hidup ini dengan sungguh-sungguh dan benar bukanlah suatu hal yang kecil karena kita sudah terbiasa melakukannya tidak dengan kesungguhan hati apalagi dengan benar".

Sahabat, segala sesuatu bermula dari kecil, jadi jangan pernah meremehkan ataupun mengabaikan sekecil apapun hal-hal yang ada dikehidupan kita agar pada saat menjadi besar hal-hal tersebut menjadi suatu kebaikan bagi hidup kita. Terima kasih. 

Selasa, 07 Juni 2016

Ada waktunya hidup harus menerima dan ada waktunya hidup harus memilih

Kita tidak dapat memilih siapa yang menjadi orang tua kita tetapi kita dapat memilih untuk menjadi orang seperti apa, ada waktunya hidup harus menerima dan ada waktunya hidup harus memilih

"Kita tidak dapat memilih siapa yang menjadi orang tua kita, tetapi kita dapat memilih untuk menjadi orang seperti apa...ada waktunya hidup harus menerima, ada waktunya hidup harus memilih"

Di dalam hidup ini ada waktunya kita harus menerima dan ada kalanya kita harus menentukan suatu pilihan hidup yang akan kita jalani. Pada saat seseorang sedang berada di masa-masa yang sulit biasanya dia akan melihat dan membandingkan kondisinya dengan orang lain yang menurut dia mempunyai kehidupan dan keadaan yang lebih baik. Kemudian ia akan berandai-andai, misalnya saja ia dilahirkan pada sebuah keluarga yang kaya, yang harmonis, dan lain sebagainya. Selanjutnya ia akan menyalahkan lingkungan di luar dirinya untuk mengalihkan penyebab kesulitan yang ada. Dan diapun akan berkata seandainya...bla..bla.. mungkin keadaannya tidak akan menjadi seperti sekarang ini. 

Banyak hal di kehidupan ini yang pada hakekatnya tidak dapat dipilih dan kita hanya harus menerimanya saja. Sebagai contoh misalnya: kita tidak dapat memilih siapa yang melahirkan atau menjadi orang tua kita. Pada saat kita masih bayi kita juga hanya dapat menerima tanpa mampu untuk menolak, karena kita belum dapat memilih atau pun menolak apapun. Jadi perlu kita sadari bahwa ada suatu masa dimana seseorang akan sangat tergantung kepada orang lain, dan ada masanya juga 100% untuk menentukan sendiri.

Seiring dengan pertumbuhan kedewasaan seseorang maka akan banyak pula hal-hal yang dapat kita pilih di dalam hidup ini. Pilihan-pilihan tersebut diberikan secara bertahap dari mulai hal-hal kecil terlebih dahulu dan selanjutnya akan sampai pada seluruh pilihan yang ada di dalam hidup ini dan dengan konsekuensi atau tanggung jawab atas pilihan yang diambil. Cobalah sahabat ingat tahapan pilihan yang diberikan pada saat masih kecil sampai tahapan kedewasaan saat ini, misalnya saja dalam hal pakaian: saat bayi kita menerima saja pada saat orang tua kita memakaikan baju apa saja, mungkin pada usia 4 - 5 tahun kita boleh memilih dari almari pakaian untuk memakai baju sesuai yang kita inginkan, setelah itu kita boleh memilih baju pada saat membeli bersama orang tua di toko, selanjutnya orang tua hanya memberi uang secukupnya untuk membeli pakaian kita sendiri dan sampai pada akhirnya kita harus mencari uang sendiri untuk membeli pakaian kita.

Pada saat seseorang sudah dewasa, dia menjadi seseorang yang bebas untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Selain dapat menentukan pilihan sendiri, seseorang yang sudah dewasa juga mempunyai tanggung jawab terhadap segala konsekuensi yang diakibatkan oleh pilihan yang diambil. Salah satu contoh tolok ukur di negara kita untuk menentukan seseorang dianggap sudah masuk ke dalam usia dewasa adalah pada saat seseorang mempunyai umur 17 tahun. Dalam hal ini ditandai dengan diterbitkannya sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk orang tersebut.

Sahabat, kehidupan yang lalu dan segala hal yang sudah kita jalani dengan pilihan-pilihan yang sudah kita terima walaupun itu bukan pilihan kita, janganlah membuat kita menyesal atau bahkan menyalahkan apa yang sudah di belakang. Biarkanlah semua berlalu untuk kita ambil hikmahnya dan untuk pembelajaran agar masa yang akan datang dapat menjadi lebih baik. Sekarang adalah saatnya untuk menentukan pilihan hidup yang ada di depan kita dengan tujuan untuk membuat hidup kita menjadi seperti yang diharapkan.

Minggu, 05 Juni 2016

Jangan sesali pengorbanan yang kita berikan

Jangan pernah sesali pengorbanan yang telah kita berikan karena suatu saat kita akan menerima yang lebih besar

"Jangan pernah menyesal akan pengorbanan yang kita berikan, karena suatu saat kita akan menerima yang lebih besar"

Sahabat, jangan pernah menyesal akan pengorbanan yang kita berikan karena suatu saat kita akan menerima yang lebih besar daripa apa yang sudah kita korbankan.
Arti kata pengorbanan dalam hal ini adalah memberikan kepada pihak lain segala sesuatu yang berwujud benda maupun jasa tanpa mengharapkan imbalan ataupun atas dasar perjanjian dari pihak pihak lain tersebut atau dapat juga disebut sebagai pemberian sukarela/ikhlas. Pengorbanan biasanya dilakukan atas dasar suatu kepercayaan kepada Tuhan atau berdasarkan kasih kepada orang lain atau dapat juga karena tanggung jawab.

Sebagai contoh pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari adalah pengorbanan kedua orang tua kita yang begitu banyak dari saat kita masih di dalam kandungan ibu sampai saat ini, untuk menjadikan kita tumbuh besar dan dengan satu harapan bahwa anaknya akan menjadi seorang pribadi yang benar dan berguna buat hidup ini. Kedua orang tua kita melakukan semuanya tanpa ada pamrih untuk mendapatkan kembali apa yang sudah mereka berikan kepada anaknya walaupun mereka harus bersusah payah dalam melakukannya. Satu hal yang sangat hebat dalam pengorbanan ini adalah bahwa orang tua kita tidak pernah menyesali pengorbanan mereka walaupun mereka tidak menikmati hasil secara langsung atas jerih payah yang sudah dilakukannya. Kita sebagai anak yang akan menikmati hasil pengorbanan orang tua kita secara langsung, yaitu dikehidupan yang kita jalani dan nikmati saat ini. Tetapi apakah orang tua kita tidak menikmati hasil pengorbanannya? Orang tua kita menikmatinya dengan kebanggaan, kepuasan dan kebahagian melihat bahwa anak-anaknya menjadi orang yang lebih baik daripada mereka. Kebahagiaan yang mereka dapat itu lebih besar daripada apa yang sudah mereka korbankan untuk anak-anaknya, karena kebahagiaan adalah salah satu tujuan dari hidup yang kita jalani dari satu hari ke hari berikutnya.

Sebuah slogan perjuangan yang sering kita dengar yang artinya mirip dengan maksud kalimat dalam gambar di atas adalah: "mati satu tumbuh seribu", pengorbanan oleh satu orang pejuang akan menghasilkan lebih banyak lagi pejuang baru. Sebagai gambaran atau ilustrasi dalam kehidupan yang nyata saat ini adalah pada saat seorang petani menyemai benih padi disawah, dia telah mengorbankan padi yang seharusnya dapat menjadi makanannya untuk dijadikan bibit tanaman padi, dan dia berharap bahwa semua benih padi yang ditabur akan tumbuh menjadi sebuah tanaman padi. Tetapi apakah pada kenyataannya semua akan tumbuh menjadi tanaman padi dan dapat menghasilkan padi yang lebih banyak? Belum tentu, karena pada saat disemaipun tidak semua biji padi tumbuh, dan setelah tumbuhpun masih banyak yang harus dikorbankan oleh seorang petani untuk dapat menikmati hasil pengorbanannya tersebut. Pada saat tiba masanya menuai mungkin hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tetapi satu hal yang pasti adalah dari satu biji padi pasti akan menghasilkan lebih dari satu biji padi.

Demikian pula didalam kehidupan yang kita jalani setiap hari, banyak hal yang sudah kita korbankan untuk orang lain, entah itu hal yang kita anggap besar ataupun kecil karena besar dan kecil itu relatif tergantung siapa yang memandangnya. Adakalanya atau bahkan sering kita dengar dari cerita seseorang yang merasa sudah mengorbankan banyak hal untuk orang lain yang ia sayangi tetapi ia merasa menyesal karena hasil yang dia harapkan tidak menjadi kenyataan ataupun bahkan kebalikan dari harapannya. Pengorbanan bukan seperti itu, karena pengorbanan tidak pernah menuntut balasan ataupun pamrih atas segala sesuatu yang sudah diberikan.

Dalam hal ini sebenarnya yang dimaksud penulis pada tulisan bergambar di atas salah satunya adalah sedekah, karena  sedekah adalah salah satu tindakan pengorbanan yang nyata dan tidak ada pamrih didalamnya, terlepas dari besar atau kecilnya nilai dari sedekah yang diberikan. Walaupun pengorbanan itu tidak ada pamrih ataupun harapan imbalan di dalamnya, tetapi salah satu hukum yang berlaku di dunia ini yaitu hukum tabur tuai atau sebab akibat tetap berlaku dalam hal pengorbanan ini, sehingga suatu saat tanpa kita tahu akan ada suatu pengorbanan yang dilakukan buat kita yang melebihi daripada apa yang pernak kita korbankan. 

Sahabatku, janganlah pernah menyesali apapun yang sudah kita berikan, karena apabila kita menyesal atas pemberian yang sudah kita berikan maka hanya kekecewaan dan amarah yang akan kita dapat dan tidak lebih. Bersyukur dan berdoalah kepada Tuhan atas apa yang sudah kita korbankan tanpa melihat hasil ataupun efek pengorbanan yang kita lakukan, dan suatu saat pasti kita akan mendapatkan hal yang lebih besar dari pengorbanan kita, entah kita sadari ataupun tidak. 

Di dalam tulisan ini penulis hanya ingin mengungkapkan apa yang ada di dalam pemikiran saat ini, terlepas dari apakah pemikiran ini salah atau benar, maupun berguna atau tidak. Penulis mengucapkan terima kasih untuk semua orang yang membaca tulisan ini, dan apabila ada masukan silahkan menulis dikolom komentar yang tersedia.

Sabtu, 04 Juni 2016

Kemuliaan dan kehancuran seorang laki-laki

kemuliaan dan kehancuran seorang laki laki terletak pada harta, kuasa dan wanita
"Kemuliaan dan kehancuran seorang laki-laki terletak pada harta, kuasa dan wanita"

Kemuliaan dan kehancuran seorang laki-laki disebabkan oleh 3 hal yang sama, karena segala sesuatu di dunia ini selalu mempunyai dua sisi yang saling berlawanan satu dengan yang lainnya, seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.
Didalam tulisan ini penulis memberikan pengertian dan batasan tentang harta, kuasa dan wanita adalah sebagai berikut:

Harta adalah segala kekayaan yang dimiliki dalam berbagai bentuk yang terlihat secara fisik yang mempunyai nilai dan dapat digunakan dengan mudah untuk melakukan penukaran atau pembelian segala sesuatu yang dibutuhkan.

Kuasa adalah suatu kemampuan atau wewenang atau kekuatan untuk mengatur dan menentukan segala sesuatu didalam  kelompok atau wilayah tertentu dan didalam tulisan ini lebih kearah kuasa yang didapatkan dari suatu pangkat atau jabatan didalam suatu organisasi, misalnya perusahaan ataupun kenegaraan.

Wanita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang diciptakan pertama kali dari tulang rusuk sebelah kiri seorang laki-laki dengan tujuan untuk menjadi teman dan menjadi penolong laki-laki. Mengapa Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk sebelah kiri bukan yang kanan? Mengapa juga bukan tulang kaki ataupun tulang kepala laki-laki? Karena wanita diciptakan bukan untuk ditindas ataupun sebagai pelayan laki-laki, bukan juga untuk berkuasa ataupun untuk mengatur seorang laki-laki. Tetapi wanita diciptakan dari tulang rusuk kiri agar sejajar dengan laki-laki dan dapat menjadi penolongnya, dan juga rusuk kiri dekat dengan jantung (heart) karena wanita diciptakan juga untuk dicintai.

Seperti yang sudah di tulis di atas bahwa segala sesuatu mempunyai dua sisi yang berlawanan dan tidak terpisahkan, demikian pula halnya dengan harta, kuasa dan wanita didalam kehidupan seorang laki-laki.

Didalam hal harta dan kuasa ada dua proses yang dapat menyebabkannya menjadi suatu kemuliaan atau suatu kehancuran.
1. Proses bagaimana memperoleh harta dan kuasa.
2. Proses bagaimana harta dan kuasa tersebut digunakan.

Harta akan menjadi kemuliaan apabila diperoleh dari hasil kerja yang benar/halal dan tanpa merugikan orang lain. Dan biasanya karena diperoleh dengan tidak mudah maka pada saat menggunakannya pasti dengan sebaik-baiknya karena dia menghargai jerih payah dan usaha yang dilakukan untuk memperoleh harta tersebut sehingga dia bisa mulia (bahasa jawanya "mulyo") dimata keluarga dan lingkungannya. Tetapi sebaliknya apabila pada proses memperolehnya dengan cara yang tidak benar dan merugikan orang lain maka didalam tahap inipun sudah dapat menghancurkan kehidupan seorang laki-laki, misalnya saja dengn cara menipu, korupsi, merampok dan lain sebagainya. Dan seandainya pada proses pertama dia berhasil selamat, kebanyakan pada saat penggunaannya tidak benar karena merasa memperolehnya dengan cukup mudah sehingga ada kecenderungan untuk menggunakan harta yang diperoleh dengan seenaknya untuk menuruti keinginan semata dan suatu saat akan tiba waktunya untuk menuai kehancuran baik secara langsung maupun tidak, karena didalam hidup ini berlaku hukum tabur tuai, barang siapa menanam maka ia akan menuainya.

Kekuasaan tidak jauh berbeda dengan hal harta, pada saat didapat dan digunakan dengan benar maka akan menghasilkan pengakuan dan pujian dari banyak orang sehingga namanya akan selalu dikenang dan menjadi sebuah cerita ataupun sejarah yang membanggakan.  Akan tetapi sebaliknya apabila kuasa digunakan secara tidak benar, maka cemoohan, perlawanan dan kesengsaraan serta kehancuran hidup yang akan di dapat.

Sedikit agak berbeda adalah wanita, karena dia adalah manusia sama seperti laki-laki bukan seperti harta dan kuasa yang tidak berjiwa. Wanita sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan seorang laki-laki, karena wanita dapat mengubah seorang laki-yang tidak baik menjadi baik dan sebaliknya. Banyak kisah orang-orang yang sukses didalam hidup ini dikarenakan adanya wanita yang hebat dan benar didalam kehidupannya, sehingga ada pernyataan ,"dibalik seorang pria yang sukses pasti ada seorang wanita yang hebat".

Sebaliknya didalam keterpurukan seorang lelaki salah satu faktornya adalah masalah tentang wanita.
Sebuah contoh yang sangat klasik dan terkenal adalah kisah tentang Samson dan Delilah yang mengakibatkan seorang lelaki perkasa dan diberkati Tuhan dengan kekuatan hebatnya harus menanggung kekalahan dan kesengsaraan oleh bangsa Felistin musuhnya.
Sahabat, bersyukurlah dengan segala harta da kuasa yang diberikan kepada kita saat ini, dan pergunakan di dalam kebenaran agar kemulian yang sudah didapat tidak berbalik menjadi suatu kehancuran di kehidupan selanjutnya. Terlebih lagi untuk wanita yang ada dikehidupan kita yang senantiasa menemani, berdoa, berkorban dan menolong kita sepanjang waktu yang sudah dijalani bersama yaitu istri (bagi yang sudah menikah), dan juga ibu kita yang dengan pengorbanan dan kasihnya telah melahirkan, mendidik dan membesarkan kita sampai dengan saatnya kita pergi untuk menjadi kepala keluarga.